Merenungi “Tunggu” dari Olski

Jujur, saya tak pernah merasa berkewajiban untuk menuliskan pandangan tentang sebuah karya dari kelompok musik tertentu. Hanya ada beberapa pemusik yang pernah saya tulis di blog ini seperti Owl City, Orkes Pensil Alis, Coldplay, Yura Yunita dan poninya, lalu sekarang Olski yang seakan menggerakan saya untuk menceritakan pengalaman ketika mendengarkan single terbaru mereka, “Tunggu.”

Buat yang belum tahu, mari izinkan saya untuk memperkenalkan mereka.
Olski adalah kesederhanaan antara Dicki Mahardika (gitar), Febrina Claudya (vokal), Shohih Febriansyah (glockenspiel/pianika), dan Atika Putri Adenia (perkusi). Mereka menjalani hidup di Yogyakarta. Jika telinga kamu ramah terhadap Banda Neira, Mocca, Payung Teduh, atau Afternoon Talk, saya yakin Olski pun dapat dengan mudah masuk ke ruang-ruang kosong hidupmu. Musik yang praktis, suara manis, dan lirik sederhana namun magis membuat perasaan yang entah muncul begitu saja.

Setelah sebelumnya “Titik Dua dan Bintang” mewarnai hati para manusia yang sedang jatuh cinta, kali ini giliran “Tunggu” mengingatkan kepada kita bahwa cinta bukan perkara biasa. “Kenapa kok gitu Nuel?” Nih baca aja liriknya..

Tiba-tiba kau datang
Lalu kau bicarakan perasaan
Kau coba bilang sayang
Lalu kau ajak aku tuk pacaran

Tunggu tunggu jangan terburu-buru
Tunggu tunggu berikan aku waktu

Aku sudah bilang
Jangan macam-macam
Dengan perasaan sayang
Coba kau pikirkan
Aku bukan mainan
Jangan kau mainkan
Bila kau memang benar-benar sayang

“Tunggu” diawali dengan genjrengan gitar yang sederhana, 2 bar setelah itu suara Febrina masuk dengan kegemasan sempurna. Betul-betul nyaman. Tak lama Shohih menyuarakan glockenspiel untuk menuju refrain yang diteruskan dengan permainan perkusi dari Atika. Kalau cuma baca gini kayaknya biasa aja ya? mendingan langsung dengerin lagunya di sini

Gimana? asik kan.
Musik mereka membuat bahagia, tetapi liriknya justru menampar sekaligus menyadarkan bahwa perasaan sayang bukan hadiah kinder joy yang bisa dirangkai lalu dimainin gitu aja. Butuh pertimbangan yang matang ketika memutuskan untuk mengawali atau mengakhiri sebuah hubungan. Gak boleh buru-buru, semua butuh waktu. Jadi, selamat menunggu dan ditunggu.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*