Risalah Stand Up Show : Religion Issues

Disclaimer : Penulis tidak bertanggung jawab jika ada kalimat yang bikin sakit hati. Tulisan ini akan terasa singkat di deskripsi penampilan komika karena sengaja tidak menceritakan materi yang dibawakan secara detil untuk menghindari multi tafsir. Takutnya ada demo anti stand up comedian, hehehe.

Jujur, saya sudah bosan dengan Stand Up Show yang itu-itu saja. Untungnya, Sabtu 29 Oktober 2016 ada perhelatan Stand Up Show bertajuk Religion Issues. Saya langsung tertarik begitu tahu topik yang diangkat adalah keresahan dalam beragama. Jadi set up “di sini ada yang jomblo?” yang sungguh amat basi dan tidak menarik lagi dipastikan tidak ada. Tentu semua yang terjun mengurus acara ini tahu kalau isinya akan sangat sensitif, makanya di bagian bawah poster ditulis “ONLY FOR OPEN MINDED PEOPLE” jadi buat kamu yang masih suka perang argumen SARA dan sok dewasa di facebook gak bisa ikutan dateng ke sini.

Dilihat dari sisi poster, mungkin terlihat kurang informatif karena tidak ditulis jam mulai. Hal ini menuntut para calon penonton untuk aktif bertanya ke akun twitter @Standupjakbar selaku tuan rumah. Line up yang tertulis di poster cukup menggugah saya untuk memutuskan hadir. Menariknya, tiap komika membawakan materi yang mewakili agamanya masing-masing. Ada Erwin (Tao), Benedion (Katholik), Joshua Suherman (Kristen), Coki Pardede (Agnostik), Robie (Buddha), Muslim (Tentu saja muslim), dan Sang Moderator Ari Rante. Sayangnya, Joshua berhalangan untuk tampil karena sesuatu hal, lalu wakil dari Kristen digantikan oleh Cristhian.

Jam sudah menunjukan pukul 20.30, geliat acara akan segera berlangsung mulai muncul setelah sekitar satu jam saya menunggu sambil disuguhi alunan lagu-lagu rohani dari pengeras suara Lounge 78 selaku venue. Terdengar voice over mengajak para penonton bangkit berdiri untuk bersama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dengan sigap para penonton pun menyambut ajakan suara tersebut dan mulai berdendang dengan khidmat.

Diiringi lagu doa Bapak Kami, Ari Rante yang didapuk sebagai moderator mulai naik panggung. Tugasnya sama seperti MC, memandu acara dari awal sampai akhir dan membakar penonton dengan beberapa bit di jeda antar komika. Penampilannya sangat impresif. Saya hampir keselek es teh manis gara-gara Rante. Semua yang diomongin gak ada yang gak lucu, sinting orang ini. Dan entah kenapa saya selalu bahagia ketika Rante ngomong “bangsat” atau “anjing.”

rantee

Cristhian
Setelah celoteh rante tentang agama kristen, ia kemudian mempersilakan Cristhian untuk naik panggung menyatakan keresahannya. Saya baru pertama kali menyaksikan komika ini. Penampilannya terbilang mulus dengan materi “Foto Tuhan” sebagai pembuka. Tidak ada bit yang terlalu hening untuk diceritakan. Aman, meski ada beberapa bit yang belum kena tetapi Cristhian mampu mengatasinya dengan sangat baik.

christian
(Foto oleh @dewangeee)

Erwin
Setelah Cristhian, hadirlah Erwin yang beragama Tao untuk menyatakan aspirasinya. Emosi saya dipermainkan dengan apik oleh Erwin. Berbekal materi tentang “penyembuhan oleh pendeta”, ia mampu memecah Lounge 78 dengan baik. Di lain sisi mengenai bit “pembakaran klenteng”, seluruh penonton mendadak membisu menanggapi refleksi yang ia bawakan. Kalian harus lihat mimik mukanya ketika membawakan statement klenteng. Getir. Standing applause pertama diberikan untuk Erwin.

(Foto oleh Dewangeee)
(Foto oleh @dewangeee)

Coki
Dipersilakan sebagai opener Juru Bicara Pandji Pragiwaksono, Coki naik mengenakan jaket yang kayaknya kegedean. Coki tampil menawan dengan deliverynya yang serapi jahitan Pasar Sunan Giri. Presentasi mengenai keuntungan menjadi agnostik dapat penonton terima dengan hati bahagia. Act out sederhana namun kampret menjadi andalan ketika ada beberapa bit yang gak kemakan. Saya bisa katakan penampilan Coki malam itu sangat menggugah iman melalui beberapa konsep beragama yang ia kemukakan tanpa tendesi menghasut sedikitpun. Mantap kau cok!

(Foto oleh @Dewangeee)
(Foto oleh @dewangeee)

Robie
Sayang sekali, menurut saya Robie adalah penampil yang paling kurang dari segi punchline. Keresahannya sangat tebal, tetapi tidak diimbangi dengan punch yang tebal pula. Untungnya masih ada beberapa bit yang tepat sasaran, contohnya materi tentang perbandingan kuantitas umat agama Buddha dengan driver Go-Jek. Terlepas dari materi, saya salut dengan keberaniannya menyampaikan unek-unek dalam kehidupan beragama, khususnya di Indonesia.

(Foto oleh Dewangeee)
(Foto oleh @dewangeee)

Benedion
Ini dia penulis film terlaris sepanjang sejarah perfilman Indonesia, Benedion!!!“, kira-kira begitu teriakan Ari Rante ketika mempersilakan Bene untuk naik panggung. Biarpun udah 1 tahun gak tampil stand up show, Bene tampil dengan gemilang. Mungkin ini akibat doa nyeleneh yang ia ucapkan sebagai pembuka penampilannya. Seperti biasa, permainan logika dan pengandaian menjadi formula penyusunan bit yang ia bawakan. Alhasil penonton dapat dengan mudah memahami apa yang ingin Bene sampaikan. Standing applause kedua untuk Benedion!

(Foto oleh @Dewangeee)
(Foto oleh @Dewangeee)

Muslim
Setelah Bene, komika terakhr sudah pasti Muslim dengan mengenakan kaos “Earth is Flat.” Sangat tepat menjadikan Muslim headliner Stand Up Show:Religion Issues, ya karena dia mayoritas. Muslim malam itu terlihat lebih intim dari biasanya. Selama menonton Muslim, baru kali itu saya mendengar keluarga dan pacarnya masuk ke dalam set stand up. Isu yang ia bawakan sangat menarik yaitu tentang kebenaran islam, pandangannya terhadap ormas, serta roasting agama lain. Pecah berantakan. Standing applause ketiga untuk Muslim!

(Foto oleh @dewangeee)
(Foto oleh @dewangeee)

Setelah semua komika tampil, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama seputar kehidupan beragama. Banyak pertanyaan dan jawaban yang tidak dapat saya ceritakan di sini. Intinya, diskusi ini bertujuan untuk saling memahami dan menghargai penganut agama lain. Senang rasanya melihat sekelompok orang memandang agama dengan sangat ringan. Tidak perlu ribut sana sini, apalagi turun ke jalan karena provokasi.

(Foto oleh @dewangeee)
(Foto oleh @dewangeee)

Terima kasih Stand Up Show : Religion Issues, sebuah pertunjukan yang mewah namun sederhana. Saya tunggu show selanjutnya.

2 Comments on Risalah Stand Up Show : Religion Issues

  1. Gue juga kemaren dateng ke acara ini. Bener2 mindblowing dan refreshing otak banget. Applause untuk semuanya. Keren. Kalo ada jilid 2, gue mau banget nonton lagi

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*