ANJING (!)

Baru – baru ini popularitas anjing semakin menanjak dikarenakan berita mengenai Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau sering disapa Ahok dan dipanggil Papah (oleh istri dan anaknya) diteriaki “anjing” oleh anggota rapat mediasi yang entah siapa. Saya bingung, dalam kasus ini yang kasian Koh Ahok atau malah anjing itu sendiri? Coba kita urai sama-sama, yuk.

Saya gak ngerti asal muasal “anjing” menjadi golongan kata umpatan. Padahal setahu saya anjing adalah binatang peliharaan yang setia, dan setia adalah salah satu sifat yang baik bukan? gak juga, nyatanya banyak orang setia yang ditinggal pergi kekasihnya… EAAAAAAAAAA.

“Anjing” sebagai kata umpatan sangat merusak citra binatang lucu ini. Coba bayangin misal nama kamu Jono, terus ada orang ngegebukin tukang begal sambil teriak “Dasar Jono Luh!!! Mati aja!!”, sedih kan. Citra Jono jadi buruk di masyarakat, padahal mungkin di keseharian dia anak yang baik, santun, sopan dan gemar membalas mention followernya.

Gimana dengan Pak Ahok? Kalo menurut saya, Pak Ahok mungkin sedih dikatain begitu, karena “anjing” ini sudah terlanjur jadi kata umpatan. Mau pake kata apapun kalo diumpat orang yang gak kenal deket pasti kan gak enak. Agak disesalkan kenapa pejabat-pejabat itu mulut sama kelakuannya gak bisa dijaga, taik emang! (maaf kelepasan).

Menurut berita juga, setelah Pak Ahok dikatain anjing, ternyata dia berniat untuk membalas umpatan itu, tetapi untungnya gak jadi karena udah terlanjur dilerai oleh keamanan. Kenapa saya bilang untung? Karena Pak Ahok mau bales ngomong “Daging anjing enak”, wakwaww bisa bahaya kalo beliau ngomong, aktivis hewan bakal protes sama sikap itu, maklum orang kita terlalu sensitif. Bwehehehehehe…

“anjing!! aku sayang banget sama kamu”
Hartono, 20thn, tukang bensin ed sheeran

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*