Daripada Membunyikan Klakson, Lebih Baik …..

(tulisan tidak mengandung hal yang berbau otomotif)

Dengan populasi penduduk Indonesia yang seabrek, maka negara tercinta kita ini gak akan lepas dari konflik. Hampir setiap hari selalu ada berita kriminal baru, mulai dari aksi copet sampai yang paling najis menurut saya, adalah pemerkosaan/pelecehan seksual. Tindakan keji yang beredar di Indonesia selalu menyakiti hati masyarakat luas, makanya gak jarang banyak dari kita yang mengirimkan bantuan, atau melakukan aksi solidaritas, saya salut dengan teman-teman, namun ada beberapa yang saya rasa gak ada gunanya.

Untuk lebih mempersempit kegelisahan yang mau saya bahas, izinkan saya untuk mengangkat aksi solidaritas yang akan dilakukan oleh teman-teman dalam kasus “YY”

Buat yang belum tahu kasusnya, saya coba terangkan dengan singkat. Jadi, YY adalah korban perkosaan biadab dan pembunuhan yang dilakukan oleh 14 orang. Maaf, izinkan saya untuk mengatakan bahwa 14 orang ini bangsat, biadab, bajingan, oke sudah terima kasih. Dan kampretnya lagi, dari postingan yang saya baca, ada kemungkinan ke-14 manusia yang gak lebih mulia dari eceng gondok itu hanya dikenakan hukuman masing-masing 15 tahun. TAI.

Belum selesai marah yang gak ada gunanya, jidat saya dikerutkan oleh postingan beberapa akun teman menyangkut aksi solidaritas yang akan dilakukan oleh sekelompok orang.

Aksi solidaritas tersebut akan dilaksanakan pada hari Rabu, 4 Mei 2016 di seberang Istana Negara. Dari postingan yang saya baca, untuk mengikuti aksi tersebut kita diminta untuk membawa alat-alat yang dapat menghasilkan suara sekaligus membunyikannya sebagai tanda bahaya kekerasan seksual terhadap perempuan. Bagus, saya setuju dengan aksi tersebut. Bukan ini yang membuat jidat saya berkerut, tetapi…

Ada pengumuman lain, buat yang gak bisa dateng ke Istana Negara, ada alternatif lain untuk ikutan dalam aksi ini, yaitu “membunyikan klakson motor, mobil, atau bel sepeda kalian 3x di mana pun kalian berada tepat jam 17.30 sebagai bentuk solidaritas” Seketika saya bingung.

Maaf sebelumnya, menurut saya ngebunyiin klakson ini gak ada gunanya, kecuali kalian menghimpun banyak orang terus ngebunyiin klakson bareng-bareng sebagai bentuk protes kepada proses hukum di Indonesia. Lha kalo cuma ngebunyiin klakson buat apaan. Nih ya, misalnya kamu lagi di jalan pergi ngampus, eh jam 17.30 kamu ngebunyiin klakson pas lagi kena macet, kemudian mobil depan marah-marah gak terima kamu klaksonin padahal kamu lagi ikut aksi solidaritas. Aneh kan?

Daripada ngebunyiin klakson, mending begini…

Kita tahu bahwa korban dari pemerkosaan adalah perempuan, karena kebanyakan dari mereka tidak sekuat laki-kali untuk bisa melawan bahaya. Makanya, alangkah baiknya kalo emang gak bisa ikutan ke Istana Negara, mendingan kita fokus ke cara cewek-cewek untuk bertahan. Bekali orang-orang terdekatmu dengan alat pertahanan diri entah itu stun gun, pepper spray, atau bisa juga untuk membawa mereka ke tempat latihan bela diri. Fokuslah kepada tindakan yang lebih bermanfaat, bukan cuma aksi solidaritas semu yang kurang berguna.

Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan. Terima kasih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*