Filosofi Alas Kaki

Sebagian besar manusia di bumi berjalan dengan menggunakan kaki. Karena dataran bumi makin kacau kayak hubungan kamu, maka kaki membutuhkan perlindungan, dan voila! terciptalah berbagai macam alas kaki yang banyak kita kenal sekarang. Tetapi sedikit orang yang belum tahu bahwa alas kaki kita mengandung banyak filosofi. Saya sudah merangkum nilai-nilai yang terkandung di dalam alas kaki kita, sini dibisikin…

1. Sandal Jepit

Sederhana dan rendah hati adalah kunci mengapa dia begitu dicintai banyak orang dari berbagai kalangan. Selalu tampil apa adanya, tanpa harus berpura-pura agar terlihat luar biasa. Namun sayang, dia masih terlalu rapuh, mudah diputus. Pertahanan dirinya pun masih kurang, dia mudah dicuri orang lain.

2. Sepatu Hak Tinggi

Selalu tampil glamor, tujuannya adalah menjadi sorotan publik, gampang disepik. Menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Ingin selalu terlihat tinggi, tidak mau terlihat susah. Rela beli dompet harga satu juta walaupun isinya cuma bon indomaret bekas beli teh pucuk. Lebih milih beli lipstik mahal daripada beli nasi warteg. Rendah di depan tinggi di belakang, hati kalo dia senyum sama kamu, bisa jadi di belakang dia jelek-jelekin kamu bareng temen-temennya.

3. Sneakers

Sol karet. Mudah bergaul tetapi sukar digauli karena memiliki pertahanan yang baik. Mau berteman dengan siapa saja. Paling antusias ketika menemui hal yang baru, tetapi gak mudah buat cari pacar baru karena cukup susah move on. Selalu update dengan trend terbaru. Seakan tidak memiliki kekurangan, padahal hatinya selalu dikerumuni rasa khawatir, takut orang yang dia sayang berpaling menjelang musim diskonan.

4. Crocs

Membosankan, gak nyambung diajak ngobrol, selalu asik dengan dunianya yang padahal gak asik. Hubungan percintaannya maksimal cuma sampe ngegebet. Main ke rumah gebetan baru ketok pintu udah disuruh pulang. Tiap kali ke bioskop selalu dateng pas filmnya udah sampe credit title. 

5. Bakiak

Senang berkumpul, mau ngapain pokoknya harus bareng, tarikan napas aja harus serempak. Selalu tergantung orang lain, gak bisa lepas, ya paling repot kalo lagi eek, jambannya penuh. Hidup dengan keteraturan, kanan ya kanan, kiri ya kiri, kalo udah bilang iya harus iya. Senang berkomunitas, dari kumpulan orang nebeng sampai kelompok patah hati.

“Now Listening : Tulus – Sepatu”
Sri, 18th, ngepost listening sendiri dilove sendiri

2 Comments on Filosofi Alas Kaki

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*