Mini Market Tanpa Miras

Mulai hari ini kamu gak akan lihat minuman keras yang mengandung alkohol di atas 5% nangkring di semua mini market seantero Jakarta. Paman Gobel (Mendag) menjelaskan kalau kebijakan ini untuk melindungi generasi muda Indonesia dari miras. Duh, seharusnya Bapak tahu ada yang lebih berbahaya dari miras, yaitu patah hati.

Menurut artikel dari Kompas , sumbangsih cukai miras di negara ini cukup besar, yaitu sekitar Rp. 6 triliun, jadi dengan ditutupnya penjualan miras di mini market bakalan mengurangi cukai miras tersebut. Paman Gobel juga menegaskan “Penting mana? Menjaga masa depan generasi bangsa atau mempertahankan cukai miras Rp 6 triliun itu tapi generasi muda negara rusak? Kalau saya pilih kehilangan Rp 6 triliun tapi generasi muda kita selamat”. Itu duit banyak banget, tapi pada kemana ya, kita juga gak ngerasain bener-bener keuntungan itu, lagian nih Pak yang bikin kita gak selamat itu bukan miras tetapi sikap berhati-hati dalam menyeberang jalan. Percuma minum ale-ale tapi kalo jalan meleng.

Paman Gobel concern banget sama generasi muda, mungkin yang dimaksud adalah remaja tanggung yang sering kita lihat jalan bareng temen-temennya yang sok asik masuk ke sevel bawa duit Rp. 30.000, beli bir bintang sama chitato dikejuin, duduk rame-rame, kalo ada cabe lewat ketawanya dikeras-kerasin. Nah itu tuh yang bikin pemerintah memberlakukan kebijakan ini, semua gara-gara terong-terongan!! anjeng!! (maaf kelepasan)

Mungkin sebaiknya kebijakan ini diganti menjadi pemberhentian produksi suzuki satria Fu untuk meminimalisir populasi remaja tanggung yang berkeliaran tengah malem. Sebelumnya, masalah miras di mini market seperti ini sudah ditanggulangi dengan prosedur yang cukup baik, yaitu setiap pembelian miras harus menunjukkan KTP. Tapi ya namanya manusia, mini market gak mau rugi, semua usia diladeni buat beli miras.

Efek penghentian miras di mini market cukup merugikan buat kita yang udah berumur. Darimana lagi kita bisa mendapatkan sebuah kehangatan? dari sebuah pelukan? Jauh 🙁 . Lagian biasanya kita kalo stress pergi ke sevel buat ngebir, mungkin sekarang harus downgrade, lagi galau minum marimas.

“mampus, gue kerjain!!”
Pepeng, 15thn, Penggemar Ban Cacing

4 Comments on Mini Market Tanpa Miras

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*