Studi Tentang Pengaruh “Kalo Bete Diem” Terhadap Lamanya Hubungan Percintaan

HARD COVER TULUS copy

PENDAHULUAN

Bete (BT) adalah suatu emosi yang terjadi karena situasi yang tidak menyenangkan, contohnya menunggu, diputusin padahal masih sayang, atau mengunyah semur ayam yang ternyata lengkuas.

Asal muasal kata bete masih belum jelas, yang paling sering diketahui, bete (BT) adalah singkatan dari bahasa Inggris yaitu “Bored Totally”, yang artinya “Ngebosenin Banget”. Yang jelas dibetein itu gak enak, beda sama ditetein. Gitu.

Diam adalah sebuah perilaku tidak ingin bicara, cenderung cuek terhadap satu atau lebih pihak. Diam dapat didasari oleh banyak faktor, dalam hal ini yang saya maksud adalah diam karena bete dan penelitian ini hanya sebatas hubungan percintaan.

TUJUAN dan MANFAAT

Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan bahwa lamanya sebuah hubungan sangat dipengaruhi oleh komunikasi kedua belah pihak. Dan saya meyakini bahwa semua dapat dibicarakan baik-baik, karena kamu bukan tablet redoxon yang bisa didiemin lalu melebur begitu saja.

Manfaat penelitian ini adalah untuk menyadarkan pasangan kamu bahwasanya berdiam diri cenderung cuek tidak selalu dapat diandalkan sebagai jalan keluar untuk permasalahan kalian

METODE PENELITIAN

Selain studi pustaka, di dalam  penelitian ini saya memakai metode pengamatan sekaligus terjun langsung ke medan peperangan. Ada pula curhatan beberapa teman yang saya jadikan referensi untuk menyusun penelitian (tidak) bermanfaat ini.

HASIL PENELITIAN

 Dari penelitian yang telah saya lakukan, diperoleh grafik seperti di bawah :

Untitled-2

PEMBAHASAN

Berdasarkan survey dan wawancara, menurut pelaku, mendiamkan itu berguna sebagai efek jera untuk pasangan yang menjengkelkan. Menurut beberapa pelaku yang tidak mau disebutkan namanya mengaku bahwa pernah mendiamkan pasangannya selama hampir 1 bulan, itu pun karena masalah sepele. Kampret, kalo  mau kasih efek jera mah gak perlu didiemin, cukup olesin lem korea ke kelopak mata.

Pertanyaan yang selalu saya sampaikan adalah “Abis ngediemin terus masalah kelar gak?”, dan hampir selalu mendapat jawaban “Ya enggak juga sih…”.. hmmmmmmm.

Jadi memang ngediemin itu timbul karena ego yang tinggi, merasa paling benar dan gengsi yang lebih gede dari kerak bumi. Kalau udah gitu harus diimbangi dengan pasangan yang selalu menghibur dan mau mengalah, karena mengalah tak berarti kalah, dan kebersihan sebagian dari iman.

Pernah dengar istilah “Silent is Gold” ? Ya artinya diam berarti mas, kalo i love you, aku cinta kamu.
Diam memang bisa menjadi solusi asal dengan takaran waktu dan situasi yang tepat. Maka dari itu dalam hal ini diperoleh grafik di atas yang menjelaskan bahwa makin lama kamu atau pasangan mendiamkan, makin cepat pula umur pacaran kalian.

Diem nungguin indomie mateng aja bikin males, apalagi didiemin lama nungguin pacar kelar bete.

KESIMPULAN dan SARAN

Diam dengan waktu yang lama bukanlah solusi terbaik dalam mengatasi permasalahan hubungan percintaan. Alih-alih menyelamatkan hubungan malah justru mengandaskan mahligai cinta yang telah kamu bangun bersama.

Sebaiknya turunkan egomu dan jadilah asik untuk menghadapi pasangan yang suka diem kalo lagi bete. Kalaupun pasangan kamu terbiasa mendiamkan, ya bilang aja jangan lama-lama, maksimal 3 hari kerja, hari libur gak perlu dihitung, jangan sampai berminggu-minggu, apalagi berbulan-bulan.

7 Comments on Studi Tentang Pengaruh “Kalo Bete Diem” Terhadap Lamanya Hubungan Percintaan

  1. Yakin neh grafiknya bikin sendiri? Ga plagiat dari buku yang berjudul “Diam Seribu Bahasa”? *asli gw ngarang :p*

    Terkadanag ada yang memilih diam sebetulnya bukan hanya berdasarkan ego atau merasa benar sendiri. Beberapa memilih diam (sesaat) hanya untuk meredakan rasa bete itu sebelum akhirnya berkomunikasi lagi untuk mencari solusi.

    Atau ada yang memilih diam, karena dia hanya ingin menghindari “konflik” besar, apalagi klo pasangannya drama queen/king, klo di terusin yang ada perang dunia ke-8 😛

    Atau ada juga yang ternyata milih diam, eh tapi besok-besok kita yang di bikin diam 😛

    Selalu suka baca blog nya. Even gw juga sadar diam tidak akan menyelesaikan masalah, tapi minimal meredamkan amarah 🙂

    • Hahaha.. bikin sendiri kok, nanti gue kirim file photoshopnya.. 😀

      Iya, emang bener, ada yang ingin menghindari konflik besar dengan diem dan meredamkan amarah, tetapi harus dengan takaran waktu yang tepat. Kalo kelamaan yang ada basi terus hambar malah.

  2. Lhah ini mayoritas cewek yakk yang diemin..aku sih pernah diemin..tapi lebih seringan cowokku yg diemin..katanya alasannya redam emosi takut ambil keputusan emosi sesaat(putus) kedua stress nanggepin ceweknya kalo marah bawelnya melebihi reporter berita..
    Gimana sih solusinya bang nuel?hahaha
    Bales diemin apa gimana yak

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*