Wawancara Cinta

“Nama siapa?”, “Umur berapa?”, “Apa alasan kamu meninggalkan hati yang lama?”, “Apa yang kamu harapkan dari anak saya?”, “Udah sunat?” . Ya, mungkin 5 pertanyaan tadi adalah sekelumit dari ribuan kata yang akan dilontarkan oleh calon Bapak mertua ketika bertemu kamu pertama kali.

Satu sisi bikin dag dig dug karena kita akan menjalankan uji kelayakan sebagai calon pendamping anak orang. Apakah salah? Tidak sama sekali, karena seorang Ayah selalu inginkan yang terbaik untuk putrinya. Yang salah itu kalau orang tua pacar nyeteples amandel kamu.
Di sisi lain, bertemu dengan Ayah pacar adalah sebuah indikasi kalau hubungan kamu telah mencapai level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Dan tanda bahwa pacar kamu (kayaknya) cukup yakin dengan hubungan kalian. Ahey!

Berbicara tentang level, sebuah hubungan memang memiliki beberapa tingkatan, yaitu :

  1. PEDEKATE
    Level saat kamu mulai menjajaki sifat calon pacar. Chating sok perhatian dengan menjaga citra supaya terlihat baik. Biasanya selalu menanyakan hal yang gak penting seperti “Lagi ngapain? Udah nafas belum?”
  2. TEMBAK!
    Level dimana masa depan kamu tergantung pada “YA, AKU MAU” , “GAK, KITA TEMENAN AJA” atau “KAMU LEBIH COCOK JADI PAPA AKU” yang keluar dari mulut si gebetan.
  3. PACARAN
    Level dimana kalian sudah resmi sebagai pasangan, mengenalkan kepada teman-teman dekat, foto bersama kian kemari, dan melakukan hal asik lannya (walau masih banyak pasangan yang terlihat sok asik)
  4. KENALIN KE ORANG TUA
    Ya, ini adalah tingkatan yang saya sampaikan di awal paragraf. Suatu level yang menyatakan bahwa hubungan kalian mulai lebih serius. Kondisi dimana hubungan kalian mulai lebih terpantau oleh orang tua pacar. Situasi yang mengharuskan kita menambah intensitas membuka portal berita untuk bekal ngobrol ketika main ke rumah pacar.

Kembali lagi ke topik di atas, sama seperti wawancara kerja, wawancara cinta juga membahas tentang latar belakang kamu sebelumnya. Mulai dari apa pekerjaan kamu sampai bagaimana caramu berkembang biak. Dan ingat, selalu tatap mata orang tua pacar kamu ketika sedang berbicara, jangan tatap bagian tengkuk.

Gugup sudah biasa terjadi ketika kamu ngobrol untuk pertama kali dengan orang tua pacar. Yang diperlukan hanyalah doa dan kemampuan menahan pipis yang hendak keluar dari organ vital kamu. Jika kamu lemah terhadap itu, maka sia-sia lah perjalanan hubungan kalian dan pesinglah tempat dimana kamu berpijak.

Satu hal lagi yang tidak kalah penting, kamu harus memperhatikan penampilan kamu. Orang Tua pacar selalu menginginkan anaknya memiliki pasangan yang tampil rapi. Maka dari itu kamu (cowok) disarankan untuk memakai kemeja dan celana panjang, jangan sekali-kali memakai celemek Royco. Tolong, jangan.

“Sayang, kamu dicariin Papa Tuh”
Ningrum, 20 thn, borax enthusiast-

4 Comments on Wawancara Cinta

  1. Kangen euy sama tulisan-tulisan bung nuel yang selalu muncul dengan tema-tema diluar batas kewajaran tapi asik bener buat dibaca. Absurd, nyeleneh tapi asik banget. Ini pujian loh…

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*