Zaman Petisi

Semenjak Presiden Soeharto lengser, rakyat Indonesia dimanjakan dengan treatment baru berlabel demokrasi. Sekarang ini kita udah bebas mau ngomong apa aja, termasuk ngomong sayang ke orang yang udah punya pacar.

Namanya juga manusia, setiap hal yang kita punya pasti dapat berdampak baik dan buruk, termasuk kebebasan yang kita miliki sekarang. Baiknya, kita bebas memberikan kritik dan saran terhadap kebijakan pemerintah. Buruknya, masih banyak aspirasi yang kurang terkontrol dan tidak dapat dipertanggungjawabkan, seperti demo anarkis cenderung sara yang biasa kita saksikan di layar televisi.

Dengan perkembangan teknologi yang terlalu cepat dan liar seperti sekarang ini, memberikan kritik dan saran tak lagi harus berpanas ria di depan gedung pemerintah sambil bawa spanduk pecel lele. Kamu udah bisa share keluh kesah kamu di media sosial atau membuat petisi khusus via internet lalu disebar di semua akun pribadi kamu. Mudah.

Diambil dari change.org , petisi adalah pesan publik kepada satu atau lebih pengambil keputusan, meminta mereka melakukan sesuatu. Kamu bisa kunjungi web tersebut untuk melihat berbagai macam petisi yang dikeluarkan oleh rakyat Indonesia.

Baru-baru ini ada petisi yang lagi hangat yaitu tentang kebijakan baru pencairan dana Jaminan Hari Tua minimal 10 tahun, itu pun hanya 10% saja, sisanya dapat diambil setelah kita berumur 56 tahun. Saya mungkin satu dari sedikit orang yang setuju dengan kebijakan ini. Alasan saya setuju karena namanya JAMINAN HARI TUA ya emang buat menjamin kita ketika udah tua, dan umur 56 tahun itu sudah memasuki masa tua. Kalau emang mau diubah seperti dulu namanya harus diganti jadi Jaminan Setelah Kerja, atau kalau mau lebih romantis jadi Jaminan Hari Bersamamu #nowplaying Sheila on 7.

Apapun isi petisinya, menurut saya ini adalah terobosan yang baik untuk perkembangan sosial masyarakat. Memberikan kritik dan saran dengan elegan tanpa anarkis namun efektif, terbukti sudah ada beberapa petisi yang dimenangkan rakyat.

Melihat realita ini, harusnya udah gak ada lagi tuh rakyat yang kesepian gak punya pacar cuma gara-gara takut nembak. Petisi elektronik ini bisa kamu manfaatkan dengan ciamik. Tinggal isi kolom individu yang mau kamu tuju, beri tahu apa yang harus orang-orang lakukan buat kamu, lalu kasih alasan kenapa ini penting.
Contoh : 
Kepada : Rani di Pasar Gembrong
Tolong dukung saya untuk jadi imam buat Rani
Saya sudah mencintai Rani sejak dia duduk di kelas 3 SMA, kira-kira 50 menit yang lalu. Saya mau menerima kelebihan dan kekurangan Rani asalkan dia tidak menyiram air keras ketika sedang pms. Saya pun ingin segera menikahi Rani karena saya yakin hanya dia lah yang siap menempuh mahligai rumah tangga bersama saya.
Aku tanpanya bagai mus tanpa dalifah. Trims guys.

Mudah kan? tinggal kumpulkan niat dan kesungguhan maka kamu dapat melakukannya. Selamat berpetisi.

“Maaf mas, belum sempet bales petisi kamu, paketanku bb gaul”
– Rani, 17thn, idola mas Ranto –

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*